Jumat, 23 November 2012

fakta kepopuleran aktris & aktor korea


DIBALIK KEPOPULERAN ARTIS KOREA

Video Konser Suju Indonesia terbaru 2012.jpg

Nama Kelompok  :
1.                  Dyah Ayu S.       (06)
2.                Nur Liftiyah D. R. (19)
3.                Putri Sulistyanti U. (20)
4.                Yunita Liasari      (32)

A.              Garis Besar Perindustrian Musik di Korea
Industri pop Korea Selatan adalah bisnis besar di Asia. K-Pop bahkan telah merambah ke Eropa dan AS.  Apakah ini akan membuat perubahan dalam cara industri ini memperlakukan artisnya?
Menjual single ada jalan bagi bintang pop untuk membuat uang hari ini. Kebanyakan artis menemukan bahwa tur dan menjual barang dagangan lebih menguntungkan. Jadi ketika datang ke konser, ukuran menjadi masalah.
Inilah sebabnya mengapa hari besar dalam kalender pop Korea adalah Dream Concert, di mana sampai dengan 20 band tampil sampai dengan 66.800 kursi diadakan di Stadion Piala Dunia Seoul. Remaja datang ke sini untuk kencan sekali setahun dalam sebuah kisah cinta nasional, di mana komitmen diukur dalam balon berwarna, dan pengabdian adalah mengetahui semua kata. Sebagian besar band-band, seperti Super Junior dan Wonder Girls, adalah contohnya.
Tetapi industri kpop juga memiliki sisi gelapnya: riwayat sengketa hukum atas kontroversi dan cara memperlakukan artis muda yang masih berjuang. Penjualan global terbesar industri kpop senilai lebih dari $ 30milliar (£ 18m) pada tahun 2009, dan angka itu cenderung dua kali lipat tahun lalu, menurut sebuah situs web pemerintah.
Pemimpin industri ini juga ambisius – bintang Korea memasuki pasar Jepang, Amerika dan Eropa. Bulan ini, agensi terbesar perusahaan Korea Selatan, SM Entertainment, mengadakan konser pertama di Eropa di Paris, bagian dari tur dunia selama setahun.
Pada bulan April, raja pop Korea, Rain, terpilih sebagai orang yang paling berpengaruh tahun ini oleh pembaca majalah Time. Dan awal tahun ini, boy band Big Bang mencapai daftar 10 album teratas di iTunes AS. Korea gembira dengan ekspor musik yg bisa menjual image ini dan ekonomi.
Tapi beberapa cerita terbesar K-Pop sukses dibangun dibalik apa yg disebut kontrak perbudakan, yang terikat pada bintangnya ke penawaran kontrak eksklusif panjang, dengan sedikit imbalan keuangan. Ada pula yang membawanya sampai ke meja hijau (pengadilan).
Dua tahun lalu, salah satu grup yang paling sukses, Dong Bang Shin Ki, menuntut manajemen perusahaan mereka ke pengadilan, dengan alasan bahwa 13 tahun-kontrak mereka terlalu panjang, terlalu membatasi, dan hampir tidak memberikan keuntungan dari sukses mereka.
Pengadilan telah memihak mereka, dan meminta Fair Trade Commission mengeluarkan “model kontrak” untuk mencoba memodifikasi kesepakatan yang mereka dapatkan dari perusahaan manajemen mereka. Orang dalam industri mengatakan meningkatnya keberhasilan K-Pop di luar negeri, dan pengalaman dengan perusahaan musik yang asing, juga telah membantu mendorong perubahan.
Sampai sekarang, belum ada banyak budaya negosiasi keras di Asia, terutama jika kamu baru untuk industri,” kata Sang-hyuk Im, seorang pengacara hiburan yang mewakili perusahaan musik dan seniman baik. Sikap berubah, katanya, tetapi ada beberapa hal yang bahkan kontrak baru dan sikap baru tidak bisa diperbaiki. Kebanyakan dari mereka berlatih di sebuah studio di Seoul selama berjam-jam.
Seorang direktur untuk DSP mengatakan mereka berbagi keuntungan dengan kelompok, tetapi mengakui bahwa setelah perusahaan merekap biaya, kadang-kadang ada sedikit yang tersisa untuk artisnya. K-pop mahal untuk diproduksi. Grup-grup ini diproduksi, memerlukan tim manajer, asisten koreografer dan pakaian, serta bertahun-tahun pelajaran menyanyi, pelatihan tari, akomodasi dan biaya hidup.
Biaya produksi ini dapat menambahkan hingga beberapa ratus ribu dolar. Tergantung pada kelompok, beberapa perkiraan mengatakan itu adalah lebih seperti satu juta. Tapi penjualan musik di Korea Selatan sendiri tidak menutup investasi itu. Untuk semua gairah mereka, banyaknya penggemar tidak cukup membayar untuk K-Pop.
Industri CD mengalami stagnan, dan situs musik digital dilihat sebagai jauh underpriced, dengan beberapa pengisian hanya beberapa sen lagu. Bernie Cho, kepala distribusi label musik Kollective DFSB, penjualan musik online telah menjatuhkan harga mereka terlalu rendah dalam upaya untuk bersaing dengan situs musik bajakan.
“Tapi bagaimana kamu mengiris sebagian kecil dari sepeser ini, dan memberikannya untuk artis? kamu tidak bisa melakukannya, “katanya.
Dengan banyaknya tekanan pada harga musik dlm negeri ini, “banyak artis yg mendapat lebih banyak uang dgn berada satu minggu di Jepang daripada yang mereka lakukan dalam satu tahun di Korea“, kata Mr Cho.
Wakil perusahaan mengatakan konser dan iklan lebih banyak menghasilkan daripada penjualan musik. “Pasar luar negeri telah baik kepada kita,” kata seorang juru bicara. Korea Selatan musisi perlu menang di kandang sendiri, tetapi “Jepanglah di mana semua uang itu berada”. Sebagai tindakan mulai membuat uang luar negeri, ia mengatakan ini “model bisnis rusak”. Underpricing adalah merayap ke dalam kegiatan mereka di luar negeri.
Seorang direktur kebijakan mantan serikat buruh utama Korea Selatan ‘, Moon Jae-Gap, percaya industri akan melalui pergolakan besar. “Karena pada saat ini, itu tidak berkelanjutan,” katanya. Sampai itu terjadi, katanya, seniman akan terus mengalami kesulitan mencari nafkah.
Pemerintah Korea Selatan sangat ingin mempromosikan identitas baru di internasional, satu harapan bisa menyaingi image keren budaya Jepang. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah industri berakhir lebih terkenal untuk musik, atau untuk masalah tersebut.
Seorang direktur untuk DSP mengatakan mereka berbagi keuntungan dengan kelompok, tetapi mengakui bahwa setelah perusahaan merekap biaya, kadang-kadang ada sedikit yang tersisa untuk artisnya. K-pop mahal untuk diproduksi. Grup-grup ini diproduksi, memerlukan tim manajer, asisten koreografer dan pakaian, serta bertahun-tahun pelajaran menyanyi, pelatihan tari, akomodasi dan biaya hidup.
Biaya produksi ini dapat menambahkan hingga beberapa ratus ribu dolar. Tergantung pada kelompok, beberapa perkiraan mengatakan itu adalah lebih seperti satu juta. Tapi penjualan musik di Korea Selatan sendiri tidak menutup investasi itu. Untuk semua gairah mereka, banyaknya penggemar tidak cukup membayar untuk K-Pop.
Industri CD mengalami stagnan, dan situs musik digital dilihat sebagai jauh underpriced, dengan beberapa pengisian hanya beberapa sen lagu. Bernie Cho, kepala distribusi label musik Kollective DFSB, penjualan musik online telah menjatuhkan harga mereka terlalu rendah dalam upaya untuk bersaing dengan situs musik bajakan.
“Tapi bagaimana kamu mengiris sebagian kecil dari sepeser ini, dan memberikannya untuk artis? kamu tidak bisa melakukannya, “katanya.
Dengan banyaknya tekanan pada harga musik dlm negeri ini, “banyak artis yg mendapat lebih banyak uang dgn berada satu minggu di Jepang daripada yang mereka lakukan dalam satu tahun di Korea“, kata Mr Cho. Wakil perusahaan mengatakan konser dan iklan lebih banyak menghasilkan daripada penjualan musik. “Pasar luar negeri telah baik kepada kita,” kata seorang juru bicara. Korea Selatan musisi perlu menang di kandang sendiri, tetapi “Jepanglah di mana semua uang itu berada”.
Sebagai tindakan mulai membuat uang luar negeri, ia mengatakan ini “model bisnis rusak”. Underpricing  adalah merayap ke dalam kegiatan mereka di luar negeri. Seorang direktur kebijakan mantan serikat buruh utama Korea Selatan ‘, Moon Jae-Gap, percaya industri akan melalui pergolakan besar. “Karena pada saat ini, itu tidak berkelanjutan,” katanya. Sampai itu terjadi, katanya, seniman akan terus mengalami kesulitan mencari nafkah.
Pemerintah Korea Selatan sangat ingin mempromosikan identitas baru di internasional, satu harapan bisa menyaingi image keren budaya Jepang. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah industri berakhir lebih terkenal untuk musik, atau untuk masalah tersebut.
               










B.  Proses Menjadi Artis di Korea
Menjadi trainee di Korea lebih sulit dari pada menjadi mahasiswa di Universitas Korea. Universitas Korea merupakan Universitas yang sulit untuk dimasuki bagi para warga di Korea. Sebagian remaja mempunyai mimpi untuk menjadi penyanyi idola di dunia hiburan, pendidikan awal menjadi penting. Minggu lalu, SBS “Nightly TV Entertainment” menayangkan sebuah episode spesial yang berfokus pada pendidikan awal untuk melatih bintang idola.
Setelah dilakukan sebuah survey, ditemukan bahwa para trainee sering kali membuat pilihan karir mereka di usia rata-rata 11,67 tahun lalu mereka harus mulai mempersiapkan debut mereka. Langkah pertama untuk menjadi seorang idola adalah menjadi seorang trainee sebuah agensi dengan melalui tahap audisi.
Seorang profesional berkata, “Masuk ke dalam sebuah agensi sama sulitnya dengan masuk ke Universitas Nasional Seoul. Rintangannya bertambah sulit. Sekarang, bahkan mereka yang pandai dalam bernyanyi harus mendapatkan pelatihan bernyanyi dari akademik. Sebaliknya, sangat sulit untuk masuk ke sebuah agensi.”
Ditemukan bahwa 68,1% dari semua trainee telah berlatih di akademik (seperti sekolah khusus seni, dll). Ada sekitar 3.000 akademik berbeda yang mempersiapakan seseorang untuk mengikuti audisi di agensi. Akademik ini menggunakan (mengiklankan) tingkat kesuksesan mereka memasuki sebuah agensi.
Seorang trainee mengatakan bahwa agensi yang lebih kecil tidak mempunyai banyak pelamar, tapi agensi yang lebih besar mempunyai banyak pelamar karena power dan kemampuan mereka untuk men-debut-kan trainee.
Baru-baru ini, Cube Entertainment, agensi dari BEAST dan 4minute, menerima 600 pelamar dalam seminggu melalui e-mail. Dan juga, selama liburan mereka menerima lebih dari 1.000 pelamar melalui e-mail. Namun, selama dua tahun mereka mengadakan audisi, hanya dua orang saja yang diterima sebagai trainee.
Seorang profesional berkata, “Keahlian untuk menjadi seorang penyanyi bersifat subjektif. Sulit untuk sukses jika tanpa adanya tekad.” Ibu BoA berkata, “Aku percaya sangat penting bagimu untuk bertemu (dan berlatih) dengan profesional sebelum kau benar-benar mengikuti sebuah audisi.”
               





C.    Syarat Menjadi Artis di Korea
1. Terdapat 3 manajamen / agensi besar di Korea, JYP Entertainment, YG Entertainment, dan SM Entertainment.
2. Di Korea menjadi artis bukanlah hal yang mudah! ada 2 hal paling utama yang menentukan layak atau tidaknya seseorang menjadi artis, SKILL dan PENAMPILAN. Tapi tentu skill tetap nomor 1 karena bagi mereka penampilan bisa diubah sewaktu-waktu.
3. Para ‘calon artis’ biasanya dilatih (di training) nyanyi, dance, vocal, akting, juga kekompakan sesama member dan biasanya dilatihnya itu ga sebulan dua bulan tapi bertahun-tahun -ada yg sampe 5 tahun lebih- sebelum akhirnya didebutkan menjadi penyanyi! tentu saja sebelum menjadi trainee (calon artis) mereka harus melewati 3 tahap audisi.
4. Umur ‘calon artis’ yang dicari biasanya antara 12-17tahun.. dengan waktu trainee yang panjang tapi sesuai dengan  hasilnya
5. Untuk para trainer semua kebutuhan ditanggung manajemen tapi bila trainer tsb sudah debut (diorbitkan menjadi artis) biasanya sistem pembagian hasilnya kurang fair, lebih banyak ke pihak manajemen.. hitungannya bayar biaya selama si artis di trainee.
6. Penyanyi korea yang masih muda-muda (kayak kpop grup gitu) disebut IDOL disana
7. Idol korea DILARANG pacaran oleh manajemen mereka karena akan sangat membahayakan karir mereka! Kalau usia mereka sudah lebih dari 30tahun, baru di perbolehkan pacaran, itupun untuk manajemen tertentu.
8. Grup-grup yang baru debut disebut rookie group dan biasanya tidak terlalu di gubris (diperdulikan) orang korea sana
9. Rookie grup biasa debut di acara music populer di korea. Seperti: MNet Countdown, Inkigayo,  Music Bank, dan Music Core
10. Kalo suatu grup/artis bisa menang 3 award dari acara music yang populer tersebut, mereka disebut Triple Crown
11. Artis wajib ngikutin schedule yang udah dibuat manajemen selama 24 jam per 7 hari! makanya mereka harus tinggal di dorm / asrama khusus
12. Katanya nih wajah-wajah melayu susah kalo mau debut di korea soalnya orang korea kurang suka muka melayu (seperti muka org indonesia)
13. Menjadi penyanyi adalah harapan hampir 80% orang tua di korea, karena kesuksesannya pasti luar biasa
14. Korean fans itu loyal banget! mereka rela menghabiskan uang buat beli CD, poster, dan barang-barang lainnya yang berhubungan dengan idol mereka
15. CD/Calendar/dan merchandise KPOP lainnya adalah barang yang paling laris di korea. Justru produk-produk kayak kosmetik, baju, dll adalah nomer kesekian buat mereka alias tidak penting-penting banget!
16. Kebanyakan korean fans cuma punya 1 fandom / fanbase / fansclub, tidak lebih! paling banyak 2-3 karena mereka konsisten! kalo udah dari awal suka sama satu grup, sampai kapanpun tidak akan bakal ganti tapi tetap ada pengecualian.. misal fandom awal mereka ELF (fans Super Junior), sampai kapanpun mereka ELF.. kalo misal suka Shinee juga, mereka tidak akan menyebut diri mereka Shawol. Paling kalo sekedar suka mereka cuma nyebut diri mereka Shinee's fans atau SNSD's fans bukan fandom! fandom mereka cuma satu.
17. Karena ke konsistenan mereka itu, walaupun ada artis dihadapan mereka, mereka tidak bakal peduli kalau itu bukan bias / artis idola mereka! begitu juga dengan K-Drama, mereka katanya cuma mau nonton kalo yg main itu salah satu dari kpop grup favorit mereka. jadi jangan heran kalo ketemu orang korea terus kamu tanya "kenal sama artis …. ga?" terus dia jawab gak kenal padahal artis famous
18. Penjualan album KPOP juga pasti melunjak kalo lagi comeback! biasanya satu orang fans bisa beli lebih dari 5 CD KPOP yang sama!! alasannya? karena penjualan album kpop itu yang menentukan peringkat kpop idol favorit mereka di chart. Seperti:dosirak, soribada, dll! menurut Korean Fans bukan fans beneran kalo tidak bela-belain beli album idol favorite mereka karena masuk korean chart itu penting!!
19. Dikorea, tidak hanya anak muda yang suka kpop, kalo lagi fanmeeting jangan kaget tiba-tiba liat ahjumma / ibu-ibu ikutan ngantri.
20. Orang korea sangat cinta sama budaya mereka, dan artis-artisnya dalam kesempatan yang tepat diwajibkan mempromosikan apa aja tentang korea, mulai dari makanan, tempat wisata, dll.. jadi jangan heran kalau udah liat orang korea menyantap makanannya pasti kita jadi ikut laper!
21. Kalo di SM Entertainment (salah satu mangement di Korea) audisi menuntut Skill dan Fisik, kalo di JYP Entertainment.. Selain dua hal tersebut, nilai rapot juga ikut menentukan lolos gak nya. waktu mau audisi di JYP mereka wajib menunjukan rapot mereka, dan harus ranking! Misalnya udah lolos audisi di JYP, tapi beberapa waktu kemudian nilai rapotnya turun drastis, bakal dapet peringatan, setelah dapat peringatan dan nilai rapot tetap rendah, maka siap-siap dikeluarin deh dari JYP.
22. Dikorea ada berbagai macam acara tv yang kreatif, nah disitu para artis-artis sana diminta menunjukkan kebolehannya. Kalo misalnya artis tersebut bikin rating acara tv naik, maka jangan kaget kalo diacara-acara lain artis tersebut bakal sering muncul. (contoh acara tv korea: We Got Married, Strong Heart, Running Man, dll)
23. Persaingan para idol di korea itu kuat banget loh, makanya mereka tidak takut buat oplas (operasi plastik) sana-sini biar tidak kalah saingan. Tidak jarang ada artis yang bunuh diri karena tidak mampu bersaing dengan artis-artis lainnya
24. SM, JYP, dan YG termasuk perusahaan yang berpengaruh di korea! karena artis dibawah manajemen mereka biasanya selalu sukses, dan lonjakan saham mereka juga sedikit banyaknya mempenaruhi perekonomian korea.
25. Ada bebrapa manajemen yang mewajibkan artisnya tinggal di dorm karena padatnya jadwal mereka, kalau asli dari luar daerah, mereka harus mau pindah ke seoul
26. Korean fans suka memberi hadiah bintang (misalnya souvenir yang berbentuk bintang) buat artisnya karena menurut mereka bintang itu abadi dan bakal diingat terus
27. Korean fans tidak peduli idolnya oplas (operasi plastik) atau tidak. Menurutnya yang penting bagaimana idolnya sekarang bukan dulunya!
28. YG Entertainment tidak peduli penampilan seseorang, yang terpenting skill nya bukan sekedar bagus taapi Luar Biasa dan orang tersebut pekerja keras
29. Perbandingan artis yang debut dan artis yang gagal disaat bersamaan adalah 1:10 Maksudnya kalo hari ini ada 1 artis yg debut, berarti disaat yg sama ada 10 artis yang gagal atau dikeluarin dari manajemennya
30. Korean fans tidak ragu untuk mendonasikan uang mereka dalam jumlah besar untuk fandom mereka, makanya fandom sana kaya-kaya.
31. Fans korea adalah fans yang sangat posesif! mereka paling tidak suka liat artis idola mereka deket / bahkan pacaran sama artis lain! jika hal itu terjadi popularitas si artis dan pacaranya (yg juga artis) akan turun drastis! Selain itu mereka tidak akan tinggal diam, korean fans biasanya akan menyerang cewek mana saja yang berani deketin artis idola mereka, tidak jarang mereka juga main fisik! Makanya untuk para artis korea, pacaran itu DILARANG!

Jadi bintang K-Pop rupanya bukan hal mudah. Gemerlap kehidupan para personel grup idola tidak didapat hanya dalam semalam. Kebanyakan dari mereka menempuh perjuangan berat sebelum akhirnya bisa debut dan punya banyak fans.
Ingin tahu, apa aja yang harus mereka hadapi? Ini dia…
1. Latihan Melelahkan Selama Bertahun-tahun…
Pada suatu hari yang dingin akhir Januari lalu, ada sekelompok remaja berkumpul di depan sebuah bangunan di Cheongdam-dong, Seoul selatan. Mereka sepertinya menunggu seseorang, atau sesuatu. Beberapa saat kemudian, seorang pemuda mengenakan make up dan berkostum chic serta dikelilingi sejumlah pengawal pribadi muncul di pintu masuk, dan remaja yang didominasi gadis muda itu mulai bersorak.
Mereka sedang menunggu untuk sekedar melihat atau mungkin berkesempatan berbicara dengan personel boyband Beast. Ini sudah menjadi pemandangan biasa di lingkungan tempat latihan dan asrama grup-grup idola Kpop. “Ada banyak sekali gadis muda yang datang setiap hari dan menunggu untuk sekedar melihat para personel idola,” kata Park Yong Bong, manajer boyband.
Kata ‘idola’ awalnya memiliki arti obyek pemujaan yang tak berjiwa, tapi arti kata itu kemudian berevolusi yang merujuk pada selebritis modern. Di blantika musik Kpop, grup idola adalah band-band yang terdiri dari remaja cowok atau cewek muda. Dalam beberapa tahun belakangan ini, kehadiran mereka mendominasi industri musik Kpop yang mendunia.
Tapi seorang bintang itu tidak seketika ada dalam waktu sehari. Demi menjadi personel salah satu girlband atau boyband, seorang remaja muda, bahkan yang masih kanak-kanak harus menjalani training melelahkan selama bertahun-tahun, itupun tanpa jaminan sukses pada akhirnya. Bukan seperti d Indonesia, cewek cantik di jalanan dalam waktu sehari aja bisa langsung jadi artis.
Wonder Girls, salah satu girlband Korea pertama yang berhasil menembus tangga lagu Billboard Hot 100 singles di AS, sayangnya mereka harus kehilangan seorang personel ketika Sun Mi memutuskan meninggalkan band untuk fokus pada studi. Gadis berusia 19 tahun itu memutuskan untuk keluar dari grup ketika mereka akan melakukan tur konser di AS. T.T Huhuhu…
Seperti yang dirilis JYP Entertainment, agensi Wonder Girls. Sun Mi berkata…
“Merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan dan berharga bagiku menjadi bagian dari tur konser 50 kota di AS dan tampil di atas panggung, tapi saya kemudian bertanya, apa saya bisa melanjutkan hidup seperti ini?”

Keputusan Sun Mi ini tidak hanya mengejutkan banyak fans Wonder Girls, tapi juga memicu kontroversi mengenai tekanan yang diderita para idola tersebut baik yang masih menjadi seorang debutan demi impiannya menjadi bintang idola ataupun yang sudah, untuk menjalani suatu jadwal yang dikatakan oleh beberapa orang terlalu keras untuk dijalani seorang remaja.
Agensi hiburan di Korea melakukan pencarian untuk menciptakan para idola lagi yang juga dimanajemen oleh mereka. Agensi-agensi tersebut menuntut para murid trainingnya menjalani program latihan yang tersusun dengan baik. Para murid berbakat baik di bidang musik atau akting mendaftar di sebuah agensi, menjalani pelatihan selama 4 sampai 5 tahun sebelum debut jika mereka lolos kasting dan diterima. Selama menjalani proses tersebut, agensi mengharuskan si calon bintang untuk hidup dalam sebuah asrama bersama sesama peserta latihan, melakukan diet yang ketat dengan pemeriksaan berat yang dilakukan secara reguler dan berlatih setidaknya 10 jam lebih dalam sehari. Wow…
2. Jaminan Debut Tidak Pasti…
 Para murid training itu tidak tahu berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk bisa memulai debut mereka, dan jika hari itu tiba, maka sebuah kehidupan baru menguras tenaga akan mereka lalui setelah masa training selesai.
Salah satu contohnya adalah Beast,
Park, manajer Beast di Cube Entertainment, menjelaskan,
”Saat mendaftar sebagai murid training dengan perusahaan kami, maka murid membuat suatu kesepakatan bahwa mereka harus menuruti sejumlah aturan yang disertai sebuah pernyataan bahwa kami tak bisa menjamin kapan mereka akan debut sebagai seorang penyanyi sesungguhnya.Tak seorangpun tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengakhiri masa latihannya, hal itu sebenarnya tergantung dari mereka sendiri,”
Kim Eun Ah, humas SM Entertainment berkata,
“Di antara personel Girl’s Generation, ada Sooyoung, Hyoyeon dan Jessica merupakan murid training SM Entertaienment selama 7 tahun. Mereka bertiga bergabung dengan kami saat usianya masih 11 tahun,”
 G-Dragon Big Bang (YG Entertainment), Sun Ye Wonder Girls (JYP Entertainment) dan Jo Kown 2AM (JYP Entertainment) menghabiskan banyak waktu sebagai seorang murid training di agensi mereka masing-masing sebelum melakukan debut.
Park dari Cube Entertainment juga mendiskusikan sistem spesial perusahaannya yang dijulukinya sebagai “memisahkan butir-butir gandum dari sekam.” Mereka berkata…
“Kami memiliki sebuah sesi evaluasi di setiap akhir bulan yang dihadiri para petinggi perusahaan, murid training serta orang tua mereka. Para murid training diharapkan memperlihatkan mampu berkembang pesat dalam sebulan. Jika seorang murid training dianggap bersinar pada sesi tersebut, dia memenangkan kesempatan melakukan debut lebih awal dari yang lain,”
Menurut seorang personel Beast,
“Saat kami masih menjalani training, kami masuk ke ruang latihan pukul 10 pagi dan meninggalkan ruangan itu pada pukul 10 malam. Rasanya seperti pergi ke sekolah tiap hari.”
Para personel Beast yang mulai debut Oktober tahun lalu, usianya berkisar antara 19 sampai 21 tahun, dan mereka menghabiskan masa training selama 5 sampai 6 tahun sebelum resmi debut. Tidak semua murid training di Cube Entertainment berhasil dalam debutnya. Salah satu personel, Jang Hyun Seung yang awalnya dipersiapkan bergabung dengan Big Bang, memilih mundur dari YG Entertainment, setelah tereliminasi dari reality show berjudul Real Docu Big Bang di MTV Korea yang digunakan untuk menyeleksi para personel final.
3. Terganjal Skandal Seks Dan Kontrak Eksklusif
 Kenyataannya, pelatihan semacam ini menyebabkan sejumlah skandal selama beberapa tahun ini. Tahun lalu, aktris Jang Ja Yeon bunuh diri setelah dipaksa “melayani” tamu penting atas perintah manajernya. Kasus bunuh diri itu mendorong Fair Trade Comission melakukan sebuah penyelidikan pada bulan Juli tahun lalu menemukan fakta sebagian besar kontrak hiburan, termasuk kontrak untuk grup idola, melanggar privasi para pelaku di dunia hiburan serta membatasi kesempatan mereka untuk berganti agensi.
Salah satu skandal paling terkenal adalah perseteruan personel TVXQ, salah satu grup idola terpopuler Korea yang terkenal di seluruh Asia, dengan agensi manajemen mereka, pada Juli tahun lalu.
Tiga dari 5 personel TVXQ yaitu Xiah Junsu, Micky Yoochun dan Hero Jaejoong, menuntut SM Entertainment dan mengklaim kontrak eksklusif selama 13 tahun yang dijalani mereka sama seperti kesepakatan seumur hidup dan dinilai tidak fair. Grup tersebut hampir bubar karena 2 personel lainnya memilih untuk tetap berada di pihak agensi, dan hingga kini masalah tersebut masih mencapai final.
4. Harus Bermental Baja Dan Tak Mudah Putus Asa
Di lain pihak, beberapa personel grup melihat keunggulan dari latihan yang mereka jalani. Betapa pun kerasnya latihan yang mereka jalani, para anggota Beast mengatakan hal itu sah-sah saja bagi karena mereka berkeinginan kuat menjadi penyanyi. Apa yang membuat masa-masa itu menjadi sulit adalah tekanan psikologis serta masa muda yang terenggut, bukan dari latihan intensif itu sendiri.
Personel Beast, Yon Jun Hyung (21) menganggap hidup menjadi murid training sebagai ‘sebuah adiktif yang menyakitkan.’ Jun Hyung berkata…
“Kamu tak bisa keluar karena kamu begitu mencintai dan adiktif dengannya, kamu sadar tak ada jalan untuk kembali begitu melewati garis. Biayanya terlalu tinggi (jika kamu menyerah di tengah jalan) karena disana akan ada banyak sekali hal yang kamu tinggalkan untuk melakukan ini (menjalani training). Contohnya, kehidupan sekolahmu yang normal dan waktu berkualitas yang bisa dihabiskan dengan keluarga serta teman-teman yang kamu cintai.”
Jun Hyung mengakhiri penjelasannya dengan sebuah peringatan.
“Saya menyarankan siapa pun yang berencana melakukan hal ini untuk mempertimbangkan apakah mereka benar-benar menginginkannya karena jika kamu tidak serius, akan sulit bagimu untuk bertahan sebagai seorang mrid training.”
Salah satu rekannya di Beast, Lee Gi Kwang menambahkan,
”Saya melihat beberapa teman yang memasuki dunia ini, tergiur oleh kemewahan dan kegembiraan yang dinikmati para selebritis tanpa benar-benar mengetahui akan seperti apa hidup mereka nanti, dan akhirnya berlalu dengan sakit hati. Saat melihat teman-teman training debut lebih dulu dari kita, hal itu juga bisa membuat sakit hati. Jadi kita harus memiliki mental kuat ketika memasuki dunia ini,”
Jika waktu debut profesional yang lama dinanti-nantikan itu tiba, memang akan membawa kebanggaan prestasi yang dicapai seseorang, lebih banyak uang dan jika beruntung, fans yang selalu mendukung. Namun itu tidak berarti akhir dari jadwal padat yang ditentukan pihak agensi atau kompetisi ketat

.
5. Kurang Tidur
Menurut Cube Entertainment, dalam masa promo Beast bisa tampil di sejumlah program musik televisi sekitar 3 kali seminggu selain muncul di program-program radio, wawancara dengan media lokal dan aktivitas individu, seperti Gi Kwang yang ikut main di di sitkom TV populer High Kick To The Roof. Di sela-sela kesibukan mereka, para personel juga masih berlatih tiap harinya, baiki itu latihan vokal dan menari. Hyun Joong mengatakan…
“Tidak ada rutinitas harian bagi kami. Kami bangun pagi kalau ada aktivitas yang harus dimulai di pagi hari, tapi terkadang kami baru memulai aktivitas setelah matahari terbenam jika ada jadwal di malam hari,”
Sedangkan Gi Kwang mengatakan…
“Apa yang membuat kami terus berjuang meski ada jadwal melelahkan adalah semua waktu serta perjuangan yang kami lakukan untuk bisa sampai di sini. Dengan mempertimbangkan apa saja yang telah kami lalui, kami tak bisa menyerah begitu saja,”

Kekurangan tidur merupakan masalah berikutnya. Para personel boyband populer MBLAQ pernah bertutur dalam sebuah wawancara mengenai hal tersulit dari jadwal padat mereka adalah berkurangnya waktu tidur.
Grup beranggotakan lima cowok itu menjadi sorotan bahkan sebelum resmi debut Oktober tahun lalu karena mereka dilatih oleh bintang pop papan atas Korea, Rain.
Dalam sebuah wawancara, personel girlband T-ara yang debut April tahun lalu dengan lagu hit Bo Peep Bo Peep, juga berbicara terus terang mengenai kesulitan mereka mengatasi keinginan tidur dari suatu jadwal yang padat. Selain menyanyi, T-ara juga sibuk dengan aktivitas yang di antaranya adalah sebuah proyek mall online bernama ‘T-ara dot-com’, belum lagi jadwal individual seperti Eun Jung dan Ji Yeon yang juga sibuk berkarir akting.
6. Akting Jadi Rujukan Karir Selanjutnya
Walau dirundung semua permasalahan diatas, banyak idola yang mengungkapkan ingin terus berkiprah di industri hiburan setidaknya sampai 10 tahun mendatang. So Yeon, satu personel T-ara (24 tahun)mengatakan…
“Saya membayangkan diriku sendiri menjalani hidup sebagai seorang penyanyi sekaligus aktris serta terlibat dalam bisnis yang ada hubungannya dengan fashion dan kecantikan,”
Eun Jung (23), sang leader T-ara adalah mantan aktor cilik, dia setuju dengan pendapat temannya itu…
“Saya terpikir untuk terus melanjutkan karir akting, saya juga tertarik bidang produksi (film/serial),”
Seperti yang diindikasikan jawaban-jawaban dua personel T-ara diatas, seperti menjadi hal yang wajib bagi para idola muda saat ini untuk jadi bintang film dan televisi. Mereka berkeinginan beralih profesi menjadi produser yang kemudian mengorbitkan bintang-bintang masa depan.
Selain sebagai bintang film dan televisi, panggung teater musik juga menjadi rujukan lain bagi para idola Kpop. Beberapa bintang idola banyak yang mulai merambah panggung teater musik. Ock Ju Hyun dari girlband Fin K.L. pernah tampil dalam pertunjukan musikal Aida, Cats dan Chicago, sementara Choi Sung Hee, yang juga dikenal sebagai Bada, dari girlband S.E.S. pernah main di Notre Dame de Paris. Xiah Junsu TVXQ bermain dalam Mozart, Jessica Girls’ Generation bermain dalam Legally Blonde, dan yang tersukses adalah T.O.P Big Bang tampil dalam 2 proyek prestisius yakni serial IRIS dan film 71: Into The Gunfire.
======================================================
 Karena perjuangan mereka yang keras itu juga mereka TIDAK MENJADI kacang lupa kulitnya.
Kalian  tahu Super Junior kan? Apakah kalian tahu bagaimana sejarah terbentuknya.,??? berikut ceritanya secara singkat:
 Pawalnya grup Super Junior itu dibilang sekumpulan grup yang tidak berguna karena membernya banyak dan lain sebagainya, rata-rata membernya di trainee selama 5 tahun jadi kalau tidak salah mulai trainee tahun 2000, dan baru didebutkan jadi artis tahun 2005!
Terus setiap ada acara musik, mereka tidak dikasih make up room sama make up artist! jadi mereka mengurus diri mereka sendiri. Tapi karena pendirian kuat dan sisi ambisiusnya orang korea, mereka tetep bertahan sampe sekarang. Dan karena kesulitan-kesulitan yang mereka lalui itu mereka justru jadi artis yang tetep ramah, baik, cinta banget sama fans mereka, dan benar-benar tidak menyebalkan. Tidak seperti artis pada umumnya.. 
Mereka memperlakukan fans itu hebat banget ! maka dari itu jangan heran kalau fans-fans korea itu fanatik luar bias. Selain itu, artis korea itu tidak jaim (jaga image).









D. Perjalanan Karier Artis Korea!
Artis Korea yang layak ditrainee  biasanya dilihat dari usia dulu. 12-17 tahun dan mereka akan melewati masa trainee yang cukup lama terkadang 1-3 tahun maka itu mereka dicari yang muda-muda. (Disini tak ada cerita instant). Selama masa trainee biaya ditanggung manajemen. Jika si artis sudah debut maka hasil akan dibagi namun pembagian ini tidak akan adil. Karena akan lebih banyak pada manajemen ketimbang artis, alasannya adalah mengganti biaya selama mereka ditrainee.
Kehidupan artis juga sangat begitu ketat, terkadang pihak manajemen meminta mereka untuk tinggal di asrama. Mereka juga tidak bisa melakukan kegiatan hidup seperti biasa. Terkadang dalam berpacaran mereka dilarang, tunggu sampai usia 30 tahun!
Kesuksesan mereka raih, namun bagi mereka mencari sesuap nasi sangat sulit (Ya itu tadi karena pembagian yang tak adil). Lain lagi dengan fans-nya yang terkadang membuat mereka tertekan karena terlalu berlebihan. Fans juga melalui internet memuji-muji mereka, namun keadaan esok bisa berubah 180º artis mendapat makian dari fans-nya. Persaingan pun membuat mereka harus berusaha lebih giat lagi (menambah tekanan). Mau tak mau mereka harus melakukan operasi plastik agar membuat mereka percaya diri (sama seperti artis Indonesia yang tak selamanya natural).
Tak ayal, banyak para artis Korea mengalami depresi dan akan berakhir bunuh diri. Alasannya, karena tekanan dari pekerjaan, hujatan dari fans dan lain-lain.Jang Ja Yeon (Sunny, BBF) sendiri mengakhiri hidupnya dengan tragis karena tak tahan harus melayani berahi 31 pria.












E. K-Pop Picu Operasi Plastik di Korea
http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/26/1135389p.jpg
Double eyelid surgery, salah satu prosedur bedah plastik paling diinginkan di Korea.
KOMPAS.com — Kulit wajah perempuan Korea yang putih dan halus memang membuat sirik para perempuan di kawasan Asia lainnya. Bahkan, negara-negara Asia termasuk Indonesia pun ikut memproduksi produk perawatan kulit ala Korea, seperti BB Cream, untuk menghasilkan kulit wajah yang halus berkilau.
Namun, orang Korea sendiri rupanya belum puas dengan penampilan fisiknya. International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) belum lama ini mengemukakan bahwa Korea Selatan merupakan pasar terbesar di dunia untuk prosedur kosmetik melalui pembedahan. Pada tahun 2010, di Asia telah dilakukan lebih dari 5,8 juta prosedur pembesaran anggota badan, bandingkan dengan di Amerika yang "hanya" dilakukan 4,5 juta prosedur.
Sebanyak 20 persen perempuan usia 19-49 tahun di Seoul, Korea Selatan, mengakui telah menjalani prosedur bedah plastik. Salah satu prosedur operasi yang paling populer adalah double eyelid surgery, yang mengurangi kelebihan kulit di kelopak mata bagian atas untuk membuat mata terlihat lebih lebar. Selain itu, juga lipoplasty, yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mengenyahkan lemak dan mengubah bentuk hidung. Untuk prosedur tanpa pembedahan, botoks dan penghilangan bulu atau rambut melalui laser masih jadi favorit.

Booming operasi plastik ini kabarnya didorong oleh naiknya industri musik pop di Korea Selatan sehingga banyak pasien mengunjungi klinik bedah plastik sambil membawa foto-foto selebriti untuk meniru sudut hidung atau mata mereka. Salah satu klinik terbesar di Korea Selatan, JK Plastic Surgery Center, belum lama ini membuka sebuah hotel agar dapat menampung pelanggan. Dalam sekali kunjungan, pelanggan rata-rata menghabiskan biaya 17.675 dollar AS. Mereka tak hanya datang dari Korea, tetapi juga dari China, Jepang, Timur Tengah, bahkan Afrika. Tak heran, wisata medis disebut-sebut akan membantu mendongkrak ekonomi Korea Selatan.

Joo Kwoon, pendiri JK Plastic Surgery Center, memperingatkan agar kaum muda lebih berhati-hati saat menjalani prosedur semacam ini. "Saya kira Korea Selatan memiliki definisi kecantikan yang sangat sempit karena, secara etnis, kami merupakan masyarakat yang homogen dan setiap orang terlihat mirip satu sama lain. Hal ini juga ada kaitannya dengan keyakinan diri yang rendah," paparnya kepada AFP.

Kementerian Pendidikan Korea Selatan juga mengeluarkan buklet berisi peringatan terhadap siswa SMA mengenai sindrom operasi plastik. Mereka merujuk pada nasib Michael Jackson dan seorang perempuan lokal yang mengalami kecanduan operasi plastik sehingga wajahnya terlihat membengkak. Namun, peringatan itu rupanya tak membuat masyarakat Korea takut.

"Menurut saya, orang Korea melihat prosedur kosmetik sebagai 'pembesaran'. Tetapi, saya melihat hal itu sebagai upaya membuat diri lebih baik, dan selebriti senang membicarakannya," tutur Seonghee Yang (25), seorang pekerja Korea yang kini tinggal di London.

Memang mengerikan jika prosedur yang dilakukan menimbulkan efek samping yang ekstrem. Namun, jika operasi itu bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri seseorang, menurut Yang, prosedur semacam ini tak ada salahnya dicoba.

Sementara itu, survei dari ISAPS juga mengungkapkan bahwa di Brasil operasi pembesaran bokong tujuh kali lebih sering dilakukan ketimbang negara lain, dan peremajaan vagina lima kali lebih sering. Di Yunani, pembesaran penis dilakukan 10 kali lebih sering daripada rata-rata negara lain, yaitu sebanyak 592 kali operasi selama tahun 2010.

















F. ALASAN ARTIS KOREA MELAKUKAN OPERASI PLASTIK
http://www.hellokpop.com/wp-content/uploads/2011/06/Park-MinYoung-Header.jpg
Park Min Young- Kim Yun Hee/Sik (Sungkyungkwan Scandal)-Kim Nana (City Hunter)
Cakep banget? Imut mampus? cute habis? ... Ya memang nampaknya seperti itu, namun tahukah kalian wajah imut dan cantiknya murni 100 % hasil operasi plastik? dari ujung dahi sampai ujung dagu wajah park Min Young telah dipermak habis. bagaimana bisa tau??, sebenarnya mudah mengidentifikasi wajah Artis korea itu oplas atau tidak, berdasarkan data dari departemen kesehatan korea itu sendiri hampir 99% artis di korea telah melakukan operasi  plastik,  dan 65 % wanita disana pun melakukan hal sama, baik itu operasi yang hanya sekedar mengubah mata , sampai mengubah total wajah mereka menjadi "mahluk baru",artinya bisa dipastikan hampir seluruh artis disana pernah merasakan bedah plastik, pertanyaannya kemudian adalah seberapa ekstrem mereka mengubah wajah mereka? sedikit, sebagian atau seluruhnya?
menurut dr Park , Plastic surgeon dari wonjin klinik (naver.com) dipastikan , PMY melakukan oplas sebanyak 5 kali bertuturt-turut, secara bertahap dimulai dgn eye surgery (upper blephroplasty) pengurangan rahang dst, melalui 100 kali prosedur dengan hampir 57 teknik operasi dilakukan pada seluruh tubuhnya, mulai dari penambahan volume dahi (forehead augmentation), operasi pembesaran mata ; eye surgery (multilateral, upper blephroplasty,epi canthoplasty,lateral canthoplasty, ptosis correction), pada hidung, rhnoplasty (blun tip, short nose snub nose,) mulut (mouth protrusion,), dagu (chin correction) pada rahang wajah (jaw reduction(pemangkasan rahang), zygoma reduction(pemangkasan tulang pipi) dan breast augmentation (pembesaran payudara). terkejutkah? shocked? jangan dulu, hal seperti ini sudah lazim dilakukan warga Korea selatan, asal siap uang, semuanya bisa terkabul,

bagaimana bisa ya hasilnya mulus natural, itulah keajaiban kedokteran  di sana, operasi plastik di korea mulai berlari  menakjubkan awal tahun 2004, akhir tahun 2003 an setelah negara itu bergerak menuju makmur, trend kecantikan ala barat semakin merebak setelah hallyu wave merajalela dan industri hiburan korea mulai menjajah tiap negara di asia,
seperti apa sih kecantikan ala barat yg mereka sebut sebagai kecantikan boneka?
kecantikan dengan mata yang besar, hidung mancung dengan nostril mungil, dahi bervolume penuh *nong2 lah istilah org sundanya mah * serta "muka kecil" v-line. kini dengan majunya teknologi bahkan wajah sehancur apapun bisa disulap super imut di korea sana, trend ini menjamur hingga membudaya pada masyarakat korea sendiri, di korea ada istilah, mending miskin daripada jelek, "kecantikan adalah bukan diturunkan tapi di ciptakan", bahkan "orang cakep, dianggap lebih banyak dapet kesempatan kerja dibanding orang jelek/biasa aja"
Dalam survey oleh JobKorea, kekuatiran terbesar para pelamar bukanlah pada kualifikasi formal, tetapi pada penampilan mereka. Mahasiswa Jay Seo berkata, banyak temannya yang berpikir untuk operasi plastik setelah lulus.

[Jay Seo, Mahasiswa]:
"Para murid operasi plastik agar mendapat pekerjaan. Ini adalah kompetisi, semakin tampan atau cantik orangnya, ia memenangkan kompetisi." 

dampak dari tren itu, klinik - klinik operasi plastik bertebaran di korea, terutama di distrik gangnam korea selatan, selain itu jika dibandingkan negara lain oplas korea terhitung lebih murah 50 % dari standar harga yg ditentukan, coba siapa yang tidak tergiur, hasil natural dan rapi. makanya kini selain menyuplai drama dan k pop ke seluruh dunia,defisa korea juga berasal dari bisnis daerah wisata operasi plastik, tiap orang di penjuru dunia datang ke korea tiap tahunnya sekitar 2000 org untuk melakukan operasi plastik, dan jumlah ini meningkat per tahunnya  kita ungkap dulu beberapa oplas yg sering dilakukan orang korea, yaitu oplas mata, rahang dan hidung

1. Mata

1.1 double eyelid (menambahkan lipatan mata)
karena  jarang  sekali ditemukan warga korea yg punya double eyelid, maka double eyelid surgery merupakan salah satu pilihan yg cenderung lebih aman dan cepat untuk mendapatkan efek mata lebih besar, operasi ini banyak kekurangannya, yaitu tidak bisa bikin mata sebelo mungkin.

1.2 epi canthoplasty
yaitu memperbesar mata dengan cara mengekspansi kelopak mata ke arah vertikal, maksudnya? coba de liat gambar

http://asiancosmetic.com.au/news/2009Epicantho/figure4.jpg
proses bedah epi-canto

Dengan epi-c, mata bisa dibikin sebesar mungkin, lebih besar daripada hasil double eyelid, kalau eyelid tidak perlu ngereduksi tulang mata, nah kalau epi-c  kalau matanya terlalu keci , bisa sampai mengikis paksa  tulang mata, prosedur ini yang kerapkali dilakukan artis2/aktor korea

1.3 latheral canthoplasty
yaitu memperbesar mata dengan cara  melebarkan mata ke arah horizontal, 

1.4 multilaterral
multilateral adalah gabungan dari epi-c dan lateral-c, yaitu memperlebar mata ke arah horizontal juga ke arah vertical.
double eyelid membutuhkan waktu pengoperasian selama 10 menit, sedangkan multilateral dan epi-c lateral-c membuthkan waktu 30 menit dengan waktu pemulihan 2 minggu.















G. Operasi Plastik di Korea Selatan
http://parapenuliskreatif.files.wordpress.com/2012/05/00015999.jpg?w=262&h=300
Berbicara mengenai Korea Selatan (Korsel), dengan spontan kita akan teringat dengan cantik dan kerennya girl dan boyband dari negeri Ginseng tersebut. Para wanita di negeri itu cantik-cantik seperti boneka, dan para lelakinya pun tidak kalah ganteng seperti patung berjalan.
Di beberapa negara, operasi plastik masih merupakan hal yang tabu. Akan tetapi di negeri boyband ini, operasi plastik adalah hal yang dianggap biasa. Apalagi dengan munculnya Korean Wave atau yang dikenal dengan Gelombang Korea. Drama Korea maupun grup-grup musik asal negeri Ginseng ini banyak disenangi oleh remaja maupun para orangtua.  Artis Korea cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Tetapi, rata-rata para artis Korea tersebut melakukan operasi plastik (oplas) untuk menyempurnakan dirinya secara fisik, seperti memperbesar kelopak mata, pengurangan rahang, menghilangkan keriput di wajah, pemangkasan tulang pipi, memancungkan hidung, dan mempertipis bibir. Operasi semacam ini sudah dianggap wajar oleh masyarakat Korea.
Contohnya saja artis Kyuhyun, anggota dari Boyband Super Junior ini melakukan operasi  plastik dengan memancungkan hidungnya. Alasannya yaitu untuk mendapatkan fisik yang bagus, dan disenangi oleh masyarakat. Oplas bagi mereka berguna sebagai harga jual para artis, selain dari karya-karya mereka. Selain Khuyun, ada juga bintang Boys Over Flowers dan mantan personil Boyband SS501, Kim Hyun Joon. Dia  mengaku melakukan operasi plastik pada hidungnya sehingga menjadi mancung.
Dalam bisnis hiburan Korea Selatan, penampilan sama pentingnya dengan talenta, operasi plastik menjadi sangat biasa di kalangan artis. Artis Korea memiliki keinginan sangat kuat untuk bisa tampil sempurna, kecantikan dan kegantengan adalah modal utama dalam meniti karir di Korea, ditambah lingkungan kompetitif yang tinggi menyebabkan artis Korea melakukan operasi plastik. 
 Berdasarkan data dari departemen kesehatan Korea itu sendiri, hampir 99% artis di Korea telah melakukan operasi  plastik,  dan 65 % wanita di sana pun melakukan hal sama, baik itu operasi yang hanya sekadar mengubah mata, sampai mengubah total wajah mereka menjadi “makhluk baru”.
Bukan hal yang tabu lagi bahwa melakukan operasi plastik merupakan suatu hal yang biasa di Korea Selatan. Korea adalah sebuah negara sadar penampilan. Masyarakat Korea sendiri menganggap bahwa semakin bagus penampilan, maka kesempatan untuk menjadi sukses pun semakin besar.
karena melakukan oplas, banyak artis Korea yang menjadi cantik dan ganteng, maka banyak yang mengangggap bahwa dokter-dokter di Korea merupakan yang terbaik di dunia. Bahkan warga negara Jepang, Tiongkok, dan Asia lainnya berwisata ke Korsel untuk melakukan operasi plastik.
Operasi plastik menjadi seperti budaya di Korea, bahkan aneh bila Anda tidak melakukan operasi plastik dan tidak memenuhi definisi kecantikan Korea. Korea memiliki standar kecantikan, yakni kelopak mata ganda, hidung mancung, wajah tirus, dan sebagainya layaknya boneka Barbie.
Bukan hanya para artis, masyarakat biasa pun sudah biasa melakukan oplas. Para orang tua di Korsel memberikan hadiah kelulusan bagi anak mereka dengan operasi plastik. Bahkan ada salah satu daerah di Korsel, Apkujong, hampir di setiap gedung memiliki satu klinik operasi plastik. Selain itu ada juga sebuah jalan yang diberi nama “Jalan Operasi Plastik”.
Karena mudahnya melakukan operasi plastik di negeri ini, muncul penilaian bahwa melakukan operasi plastik sama gampangnya dengan mengganti warna rambut. Karena, untuk melakukan operasi memperbesar kelopak mata, hanya dibutuhkan waktu kurang lebih  satu setengah jam.
Dari banyaknya yang melakukan operasi plastik, maka menghapuskan anggapan, bahwa operasi plastik adalah hal yang tabu untuk dilakukan. Dampak ini juga akan menyebar ke setiap negeri di mana Korean Wave banyak digemari.
Pada kenyataannya telah tertanam dalam pikiran masyarakat Korea, bahwa seseorang yang tidak berpenampilan menarik, tidak akan pernah diperhitungkan untuk apa pun. Sedangkan orang berpenampilan menarik dapat dipastikan  memperoleh hal terbaik dalam hidupnya.
Di sisi lain keberhasilan oplas di Korea Selatan, yang menghasilkan warganya menjadi cantik dan ganteng. Ada juga kegagalan oplas yang menyebabkan kerusakan pada wajah seseorang. Misalnya artis Han Mi Ok
http://parapenuliskreatif.files.wordpress.com/2012/05/110305starvb-41-tile.jpg?w=300&h=137
Aktris Korea, Han Mi Ok
artis-korea-yang-gagal-operasi-plastik
Artis Han Mi Ok memutuskan untuk mengoperasi wajahnya dengan menggunakan silikon. Sesudah mendapatkan wajahnya rusak karena operasi plastik tersebut, artis Han Mi Ok melakukan beberapa operasi lagi untuk meminimalisir kerusakan pada wajahnya. Oleh karena kerusakan pada wajahnya itu, artis Han Mi Ok tidak terjun lagi ke dunia hiburan Korea Selatan.



















H. Di Balik Aksi Bunuh Diri Artis Korea!


Di Balik Aksi Bunuh Diri Artis Korea!

KapanLagi.com - Tekanan untuk menjadi sempurna begitu terasa di industri hiburan Korea. Lihat saja bagaimana operasi plastik menjadi isu yang lumrah demi kesempurnaan fisik sang bintang. Atau juga masa training selama bertahun-tahun dan belum tentu calon bintang tersebut bakal debut jika tidak benar-benar berbakat.
Namun bagaimana jadinya jika tekanan tersebut diberikan secara terus-terusan secara sistematis. Tekanan akan kesempurnaan ini seolah menjadi bumerang yang memiliki efek mengerikan. Banyak artis Korea yang tidak tahan dengan depresi yang dialami, dan jalan pintas untuk bunuh diri pun diambil.
Beberapa bintang yang mengakhiri hidup mereka sendiri secara tragis antara lain: Lee Eun-ju, U;Nee, Jeong Da-bin, Ahn Jae-hwan, Choi Jin-sil, Choi Jin-young, Park Yong-ha, Park Jung Min (koreografer), Park Hye Sang, Lee Hye Rim, Jang Ja-yeon, dan beberapa waktu ini Daul Kim, Kim Yuri, Song Ji-seon, Chae Dong Ha dan Han Chae Won.
Berikut detail kematian beberapa nama:
1.      Daul Kim
Daul Kim bisa dibilang sebagai model Korea yang cukup berhasil. Wajahnya sempat muncul beberapa kali sebagai model di majalah mode Inggris seperti VOGUE dan I-D serta majalah lain yang tak kalah mentereng seperti HARPER BAZAAR, atau DAZED & CONFUSED. Debut internasional juga sudah dicicipinya dengan mengikuti catwalk di acara Paris Fashion Week 2007.
Noda tragis dari karir cemerlangnya, terukir ketika ia baru berusia 20 tahun. Daul Kim ditemukan gantung diri di apartemennya di Paris Perancis, pada tanggal 19 November 2009. Ia menderita depresi dan frustasi dalam waktu yang cukup lama. Ia mengekspresikan rasa frustasinya lewat blog serta lukisannya.

http://klimg.com/kapanlagi.com/p/daulkim_b.jpg
Daul Kim foto: ningin.com
2. U;Nee
http://klimg.com/kapanlagi.com/p/unee_b.jpg
U:Nee foto: allpopnews1.blogspot.com
Sebagai selebriti U;Nee memiliki beberapa nama. Wanita yang lahir tanggal 3 Mei 1981 ini memiliki nama asli Heo Yoon. Namun demi kepentingan karirnya ia lebih dikenal sebagai Lee Hye Ryeon. Kembali, ia menggunakan nama panggung yang berbeda yaitu U;Nee ketika debut di dunia musik.
U;Nee memilih karir sebagai penyanyi dance-pop. Karir tersebut ia akhiri pada tanggal 21 Januari 2007, di mana U;Nee ditemukan gantung diri di rumahnya di Seo-gu, Incheon, Korea Selatan.
Gadis cantik ini menderita depresi, perasaan tertekan karena kepopuleran, serta berbagai masalah personal lain. Meski telah mencoba menjalani terapi untuk depresi yang ia hadapi, U;Nee akhirnya memilih mengakhiri hidupnya 5 hari sebelum ia merilis album ketiga pada tanggal 26 Januari 2007.



3. Chae Dong Ha
http://klimg.com/kapanlagi.com/p/chaedongha.jpg
Chae Dong Ha foto: 88news.net
Karir pria ganteng ini tak bisa dibilang redup. Ia debut sebagai leader sekaligus main vokal dari SG Wannabe yang debut di tahun 2002. Pada tahun 2008, pria kelahiran 23 Juni 1981 ini memutuskan untuk bersolo karir.
Pada bulan September 2010, Chae Dong Ha sempat merilis lagu Vanilla Sky yang ia tulis dan komposisi sendiri. Bakat Chae Dong Ha sebenarnya tidak diragukan lagi, pria ini adalah lulusan dari Sekolah Seni Seoul. Namun sayang pria ganteng dan berbakat ini gantung diri di rumahnya pada tanggal 27 Mei 2011.
4. Jang Ja-yeon
http://klimg.com/kapanlagi.com/p/jaeyeon_b.jpg
Jang Jae Yeon foto: ashtoh.wordpress.com
Mungkin kematian Jang Ja-yeon adalah salah satu skandal kematian paling besar yang mampu mengguncang entertainment Korea serta membukakan mata publik kepada sisi kelamnya. Artis cantik ini ditemukan tergantung di rumahnya, di distrik Bundang Seongnam, provinsi Gyeonggi, 7 Maret 2009.
Penyebabnya, Jang Ja-yeon mengalami stress dan tekanan berkepanjangan. Beredar kabar bahwa wanita cantik ini kerap dipaksa untuk menghibur dan melayani nafsu orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi seperti CEO, Direktur Program dan Eksekutif Media.
Hal ini seperti terungkap dari catatannya sebelum meninggal di mana tercantum 31 nama seperti CEO kantor berita Chosun Jurnal, Wakil Presiden Sport Chosun, CEO Olive 9 dan nama-nama lain yang tak kalah mentereng, yang semuanya diduga harus dilayaninya. Meski polisi belum bisa membuktikan kebenaran catatan tersebut, publik Korea sempat marah dan menuntut investigasi mendalam terhadap kasus ini.
5. Choi Jin-Sil
http://klimg.com/kapanlagi.com/p/choijinsil_b.jpg
Choi Jin-sil foto: ningin.com
Sebagai idola, Choi Jin-sil sempat mendapat julukan sebagai artis terbaik Korea. Selama karirnya sudah 18 film, 20 drama dan 140 iklan ia bintangi sebagai pemeran utama. Namun ternyata kesuksesan dalam hal karir tak menjadi jaminan kebahagiaan.
Masa lalu Choi Jin-sil tidak sepenuhnya indah. Ayah dan ibunya sudah tidak tinggal bersama sejak 1985 dan bercerai pada tahun 1998. Wanita yang selalu tampil dengan senyumnya yang khas ini, ketika menikah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Ia akhirnya mengungkapkan keadaannya tersebut ke publik, di mana ia malah mendapat reaksi keras dengan tuduhan tak mampu menjaga kehormatan dan dituntut secara hukum.
Choi Jin-sil ditemukan tergantung di rumahnya di Seoul, 2 Oktober 2008. Ia ditemukan oleh dua orang anaknya, ibu serta adik laki-lakinya, Choi Jin-young. Yang menarik adiknya juga bunuh diri satu tahun pasca kepergian Choi Jin-sil.







I. Alasan Mengapa Banyak Artis Korea Memilih Bunuh Diri
kerap terjadi di kalangan artis Korea. Alasan dan penyebab para selebritis Korea ini memilih jalan bunuh diri pun bermacam-macam. Seorang Psikolog dari universitas Yonsei-Korea, Hwang Sangmin, mencoba menganalisis fenomena bunuh diri di kalangan artis ini seperti dilansir tabloid Nova

Menurutnya, pada dasarnya orang Korea memiliki konsep Yan, dimana setiap orang selalu berusaha bersikap diam dan tabah walaupun dirinya sedang dalam keadaan marah. Hal ini juga paling banyak dialami kaum selebritis, pencitraan melalui konsep Yan amat besar dilaksanakan. Jika sudah diambang batas, mereka cenderung putus asa dan akhirnya mengambil pilihan drastis untuk bunuh diri.

Faktor lain yang merupakan alasan dari fenomena bunuh diri ini adalah karakter orang Korea yang tergolong tertutup, sehingga para artis akan merasa malu jika ketahuan pergi ke konseling atau sedang depresi. Mereka akan takut jadi bahan gunjingan orang banyak.

Selain itu, faktor agama juga tak kalah pentingnya. Hampir setengah warga Korea tidak memiliki agama, sehingga ketika mengalami depresi, penghargaan mereka terhadap kehidupan jadi rendah. Kepercayaan terhadap konsep reinkarnasi juga mendorong orang Korea mengakhiri hidupnya, dengan harapan kehidupan barunya akan lebih baik.

Data yang cukup signifikan, rentetan bunuh diri artis ini mulai marak sejak kematian aktris Lee Eun Joo. Dikhawatirkan, Lee Eun Joo justru menjadi inspirasi bagi para juniornya untuk menyelesaikan persoalan dengan cara bunuh diri.

Negara Korea memang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Menurut Organization of Economic Cooperation and Development, sebanyak 21 orang dari 100 ribu orang Korea diketahui melakukan bunuh diri. Dan ini sudah melewati batas normal.










DAFTAR PUSTAKA

Posted by yeppopo on 18/06/2011 Posted in: NEWS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar